warung

Monday, October 21, 2019

Review Film Bicycle Thief - Vittorio De Sica

THE BICYCLE THIF (1948)




  Film ini merupakan karya dari seseorang Vittorio De Sica yang diadaptasi dari novel karya Luigi Bartolini dan dibintangi oleh Lamberto Maggiorani dan Enzo Staiola.

Sinopsis :


  The Bicycle Thif merupakan film yang membahas tentang kemiskinan dan kaum pekerja serta menggunakan jasa aktor non-profesional. Meski film ini berjudul tentang “pencuri sepeda”, tapi fokus utamanya sendiri mengenai seorang pria yang menjadi korban pencurian sepeda. Kisahnya begitu menyentuh dan memberikan kesan yang sangat mendalam bagi siapapun yang menontonnya. Apalagi, kedekatan hubungan antara ayah-anak sangat ditekankan di sini. Faktor tersebutlah yang menjadikan film klasik ini sangat wajib untuk ditonton.

Antonio adalah contoh dari warga miskin Itali yang jauh dari perhatian orang-orang sekitarnya. Lihatlah ketika ia berteriak kehilangan sepeda, seakan-akan orang di sekitarnya tidak mau tahu. Polisi pun juga begitu, terlalu memandang rendah mereka yang dari golongan bawah dan enggan untuk membantu. Apalagi, benda yang hilang berupa sepeda hanya dianggap remeh. Saking miskinnya, Antonio tidak mampu untuk menyekolahkan Bruno, di mana anak-anak seusia Bruno semestinya masih senang-senangnya menikmati bangku sekolah. Tapi ia lebih memilih bekerja demi membantu beban berat orang tuanya, apalagi ia juga memiliki adik yang masih bayi. Dengan kehilangan sepeda itu, maka keluarga Ricci bagaikan tersambar petir menghadapi kenyataan itu.  

Dalam The Bicycle Thief ini, ditampilkan pula adegan dimana seorang peramal wanita yang memiliki banyak sekali pengikutnya untuk bertanya segala perihal masalah dalam kehidupan. Bahkan, Antonio pun sempat berkunjung ke sana untuk menanyakan lokasi sepedanya yang hilang. Bukan tanpa alasan mengapa Vittorio de Sica menampilkan sosok peramal di sini, selain untuk menegaskan bahwa kemiskinan warga Itali yang sudah tingkat ‘stadium akhir’ ini membuat mereka sudah melupakan nalarnya dalam menghadapi peliknya kehidupan, dan memilih datang ke peramal sebagai jalan keluar satu-satunya. Sebelumnya, Maria juga sempat datang ke peramal tersebut untuk bertanya mengenai apakah Antonio akan dapat pekerjaan dalam waktu dekat.

Kesimpulan :

Seorang pencuri mau rajin datang ke gereja karena beribadah, melainkan hanya ingin mendapatkan makan gratis. Nah, kembali lagi bahwa kemiskinan yang telah menggerogoti warga Itali pasca PD II, kembali lagi diangkat dalam film ini. Bagi sang pencuri, adakah alasan lain bagi ia untuk mencuri, selain memang untuk membeli makan ?. Mungkin kita akan bersimpati sangat dalam kepada Antonio yang kehilangan sepeda, dan begitu membencinya si pencuri sepeda. Tapi tanpa kita sadari, kehidupan mereka berdua sama saja, sama-sama korban kemiskinan. Tentu saja, perbuatan mencuri memang tidak dibenarkan. Hingga akhirnya, Antonio sendiri kehilangan arah dan mencoba mencuri sepeda sebagai ganti dari sepedanya yang hilang. Lalu, judul The Bicycle Thief ini seharusnya ditujukan untuk siapa, Antonio atau si pencuri sepeda milik Antonio? 

0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com